Dunia sihir J.K. Rowling telah memikat jutaan hati di seluruh dunia, dan setelah kisah Harry Potter berakhir, para penggemar merindukan petualangan magis lainnya. Kerinduan itu terjawab dengan hadirnya “Fantastic Beasts and Where to Find Them”, sebuah film prekuel yang membawa kita kembali ke era 1920-an, jauh sebelum Harry Potter lahir. Film ini bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan sebuah gerbang baru untuk menjelajahi sisi lain dari Dunia Sihir yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
Film ini memperkenalkan kita pada karakter utama yang karismatik namun canggung, Newt Scamander, seorang magizoologist yang memiliki misi penting: mempelajari dan melindungi makhluk-makhluk sihir yang fantastis. Dengan latar belakang kota New York yang ramai, “Fantastic Beasts and Where to Find Them” menawarkan perpaduan sempurna antara petualangan, misteri, dan keajaiban yang menjadi ciri khas karya Rowling, sambil memperluas lore yang sudah kita cintai. Siapkah Anda mengikuti jejak Newt dan koper ajaibnya?
Dunia Sihir yang Baru: New York Era 1920-an
Salah satu aspek paling menarik dari “Fantastic Beasts and Where to Find Them” adalah pengenalannya terhadap dunia sihir Amerika Serikat di tahun 1920-an. Berbeda dengan Kementerian Sihir Inggris yang familiar, kita diperkenalkan pada MACUSA (Magical Congress of the United States of America) dengan hukum dan budayanya sendiri. Di era ini, hubungan antara komunitas sihir dan No-Maj (sebutan Amerika untuk Muggle) sangat tegang, jauh lebih ketat daripada di Inggris, menciptakan atmosfer ketegangan yang konstan di sepanjang film.
New York di tahun 1920-an, dengan arsitektur art deco-nya yang megah dan semangat “Roaring Twenties”, menjadi latar belakang yang sempurna untuk petualangan ini. Kontras antara kehidupan No-Maj yang serba cepat dan upaya keras komunitas sihir untuk tetap tersembunyi menciptakan dinamika yang unik. Kita melihat bagaimana para penyihir Amerika berusaha keras menjaga rahasia mereka, menghadapi ancaman dari kelompok ekstremis No-Maj, serta bahaya dari dalam komunitas sihir itu sendiri.
Newt Scamander: Magizoologist yang Unik
Tokoh sentral dalam kisah ini adalah Newt Scamander, seorang magizoologist yang kikuk namun berhati emas. Newt bukanlah pahlawan konvensional; dia lebih nyaman berinteraksi dengan makhluk sihir daripada manusia. Karakternya yang pemalu, penuh empati, dan memiliki hasrat besar untuk melindungi satwa-satwa fantastis membuatnya langsung disukai. Ia adalah penulis buku “Fantastic Beasts and Where to Find Them” yang legendaris, yang kemudian menjadi buku pelajaran wajib di Hogwarts.
Misi Newt adalah mendokumentasikan dan menyelamatkan berbagai spesies makhluk sihir yang terancam punah atau disalahpahami. Filosofinya yang menghargai setiap kehidupan, terlepas dari wujudnya, menjadi inti dari karakternya. Meskipun diusir dari Hogwarts karena insiden yang melibatkan makhluk sihir, Newt tetap teguh pada prinsipnya, membuktikan bahwa keberanian sejati sering kali muncul dari kebaikan hati dan dedikasi terhadap apa yang kita yakini.
Koper Penuh Keajaiban: Rumah Bagi Satwa-Satwa Fantastis
Bagian paling ikonik dari Newt Scamander adalah kopernya yang tampaknya biasa di luar, namun menyimpan seluruh ekosistem magis di dalamnya. Koper ini lebih dari sekadar tas; ia adalah sebuah portal menuju habitat yang luas dan aman bagi koleksi makhluk-makhluk fantastis Newt. Dengan mantra perluasan tak terbatas, Newt menciptakan berbagai lingkungan yang disesuaikan untuk kebutuhan setiap spesies, dari gurun pasir hingga hutan tropis, semuanya tersimpan rapi di bawah tutup kopernya.
Di dalam koper inilah kita diperkenalkan pada deretan makhluk-makhluk paling memukau dalam film. Ada Niffler yang suka mencuri barang berkilau, Bowtruckle yang setia bernama Pickett, Occamy yang dapat menyesuaikan ukuran tubuhnya, serta Erumpent yang tangguh. Setiap makhluk memiliki karakteristik unik dan peran penting dalam petualangan Newt, menambahkan sentuhan humor, ketegangan, dan keajaiban yang tak terlupakan. Koper ini secara metaforis juga melambangkan hati Newt yang luas, tempat ia memberi perlindungan kepada mereka yang tidak dimengerti.
Konflik dan Ancaman: Jasa dan Obscurus
Di balik petualangan Newt yang menggemaskan, tersembunyi ancaman serius yang membayangi komunitas sihir. Konflik utama muncul dari kelompok ekstremis No-Maj bernama Second Salemers yang dipimpin oleh Mary Lou Barebone, yang berusaha mengungkap dan memusnahkan penyihir. Di sisi lain, ada Graves, seorang Auror tinggi di MACUSA, yang ternyata memiliki agenda tersembunyi yang jauh lebih gelap, terkait dengan penyihir gelap Grindelwald dan kekuatannya yang sedang tumbuh. Jelajahi lebih lanjut di jodelle ferland!
Ancaman terbesar datang dalam bentuk Obscurus, sebuah kekuatan parasit gelap yang terbentuk di dalam diri anak-anak penyihir yang terpaksa menekan sihir mereka karena ketakutan dan penyiksaan. Obscurus sangat merusak dan tidak stabil, mampu menyebabkan kehancuran besar jika tidak terkendali. Keberadaan Obscurus, terutama yang terkait dengan Credence Barebone, anak angkat Mary Lou, mengangkat tema penindasan, trauma, dan konsekuensi mengerikan dari ketidakpahaman dan ketakutan akan hal yang berbeda.
Peran Karakter Pendukung yang Tak Terlupakan
Selain Newt, film ini juga diperkaya oleh deretan karakter pendukung yang kuat dan menarik. Tina Goldstein, seorang Auror MACUSA yang diturunkan pangkatnya, awalnya menangkap Newt, tetapi kemudian menjadi sekutunya dalam petualangan. Dia adalah karakter yang gigih, berprinsip, dan bertekad untuk melakukan hal yang benar, seringkali membuatnya berada di jalur yang berlawanan dengan kebijakan ketat MACUSA.
Adiknya, Queenie Goldstein, adalah Legilimens (pembaca pikiran) yang mempesona dan ramah. Dengan kepribadiannya yang ceria dan kemampuannya membaca pikiran, Queenie menambahkan sentuhan kehangatan dan humor ke dalam cerita. Kemudian ada Jacob Kowalski, seorang No-Maj yang bermimpi memiliki toko roti sendiri, yang secara tidak sengaja terlibat dalam kekacauan magis ini. Perjalanan Jacob dari seorang yang skeptis menjadi sekutu setia, yang terpukau oleh dunia sihir, memberikan perspektif manusia biasa yang relatable dan menyentuh hati.
Visual Efek yang Memukau dan Desain Makhluk yang Imersif
“Fantastic Beasts and Where to Find Them” tidak akan lengkap tanpa visual efek yang luar biasa, yang berhasil menghidupkan dunia sihir dan makhluk-makhluknya dengan sangat meyakinkan. Setiap detail, mulai dari kota New York era 1920-an yang direkonstruksi secara digital hingga mantra-mantra sihir yang kompleks, digambarkan dengan presisi yang memukau. Kualitas CGI yang tinggi memastikan bahwa penonton benar-benar merasa tenggelam dalam keajaiban sinematik ini.
Namun, bintang sesungguhnya dari efek visual adalah desain makhluk-makhluk fantastis itu sendiri. Para seniman berhasil menciptakan spesies yang benar-benar terasa nyata dan memiliki karakter unik. Dari detail bulu Niffler yang menggemaskan hingga tekstur kulit Occamy yang bersisik dan mengkilap, setiap makhluk dirancang dengan imajinasi dan perhatian yang luar biasa. Desain yang imersif ini membuat para beast tidak hanya menjadi latar belakang, melainkan karakter yang hidup dan penting dalam cerita.
Pesan Mendalam di Balik Petualangan
Di balik keriuhan petualangan dan keindahan visual, “Fantastic Beasts and Where to Find Them” juga sarat akan pesan-pesan moral yang relevan. Film ini secara halus mengangkat tema penerimaan dan toleransi. Newt, dengan kecintaannya pada makhluk-makhluk yang seringkali ditakuti atau disalahpahami, menjadi simbol perjuangan untuk melindungi mereka yang berbeda. Hubungan antara penyihir dan No-Maj juga menyoroti bahaya prasangka dan ketakutan terhadap hal yang tidak diketahui.
Selain itu, cerita Obscurus yang menyedihkan menjadi metafora kuat untuk trauma dan penindasan. Ia mengingatkan kita tentang pentingnya menerima diri sendiri dan betapa merusaknya jika kita menekan siapa diri kita yang sebenarnya karena rasa takut. Film ini menggarisbawahi bahwa ketakutan dan ketidaktahuan dapat memicu kekerasan dan kehancuran, baik dalam skala individu maupun masyarakat.
Mengapa Fantastic Beasts Wajib Ditonton Penggemar Harry Potter
Bagi penggemar setia Harry Potter, “Fantastic Beasts and Where to Find Them” adalah tontonan wajib yang tak boleh dilewatkan. Film ini tidak hanya memperluas semesta sihir yang telah kita kenal, tetapi juga memberikan konteks historis yang lebih kaya untuk peristiwa-peristiwa di masa depan. Kita mulai melihat akar konflik besar yang melibatkan Albus Dumbledore dan Gellert Grindelwald, serta memahami lebih dalam sejarah politik dan sosial Dunia Sihir sebelum era Harry Potter.
Meskipun memiliki nada yang sedikit lebih gelap dan dewasa, film ini tetap mempertahankan esensi keajaiban dan petualangan yang sama dengan seri Harry Potter. Dengan karakter-karakter baru yang menarik, makhluk-makhluk yang memukau, dan kesempatan untuk menjelajahi sudut-sudut baru dari Dunia Sihir, “Fantastic Beasts” menawarkan pengalaman yang segar namun tetap familiar, menjadikannya jembatan sempurna antara masa lalu dan masa depan waralaba yang dicintai ini.
Kesimpulan
“Fantastic Beasts and Where to Find Them” adalah sebuah awal yang memukau untuk saga baru di Dunia Sihir J.K. Rowling. Film ini berhasil memadukan petualangan yang mendebarkan, karakter-karakter yang memikat, dan makhluk-makhluk fantastis yang penuh pesona, semuanya berlatar belakang New York yang memesona di era 1920-an. Dengan tema-tema mendalam tentang penerimaan dan bahaya intoleransi, film ini lebih dari sekadar tontonan hiburan; ia adalah cerminan tentang dunia kita sendiri. Pelajari lebih lanjut di situs berita thailand!
Apakah Anda seorang penggemar berat Harry Potter atau baru pertama kali terjun ke Dunia Sihir, petualangan Newt Scamander pasti akan meninggalkan kesan mendalam. Film ini adalah bukti bahwa keajaiban dan cerita-cerita luar biasa selalu ada di sekitar kita, menunggu untuk ditemukan. Jadi, jangan ragu untuk kembali mengunjungi atau menemukan pertama kalinya keindahan dan keunikan “Fantastic Beasts and Where to Find Them”.
Blog & News | Jodelle Ferland Fan Site Latest News, Stories, and Updates from the World of Jodelle Ferland